Mr. Jeff Bezos..teach me please…

Posted on Monday, September 15, 2008 by arylangga

Wow ..wonderfull live….!!

saya begitu berenergi hari ini..dan saya begitu penasaran apa yang di buat oleh alam semesta untukku….(hee..he…).

Hari ini, saya membayangkan bisa minum kopi bersama Jeff Bezos (tentunya setelah bedug magrib..Loh..) , anda pasti mengenalnya ,

Yap benar sekali : beliau adalah Pendiri dari AMAZON.COM , Man of the year- majalah TIME 1999, dan Business Week, 2001 menobatkan sebagai konglomerat perdagangan virtual.

(gambar diambil dari :web.syr.edu/~sarush/timeline.html)

Saya sangat senang berbincang dengannya dan meminta beliau untuk mengajarkan beberapa rahasia leadership dalam membangun Amazon.com, Apalagi ditambah dengan, jika Jeff Bezos mau menulis kata pengantar pada buku yang rencana saya buat dan Lunching pada januari 2009.

Oke, karena itu semua masih dalam visualisasi saya , maka saya akan mengajak rekan-rekan untuk melihat lebih dalam tentang Jeff Bezos. Bagi saya ada beberapa hal yang sangat menarik dan menggelitik ketika berbicara tentang mr, Jeff.

Sebuah buku kecil saya temukan dengan judul : dari Garasi Jeff Bezos mendirikan amazon.com. di tulis oleh Bernard Ryan, Jr- terbitan ufuk publishing House tahun 2007.


Saya mengambil beberapa cuplikan dari buku tersebut :

Jeff Bezos : “ ..membuat sesuatu yang belum pernah dilihat oleh dunia sebelumnya…”

Jeff Bezos : “ ..menjadi perusahaan dunia yang sangat berpusat pada pelanggan..”


Sudahkah anda melihatnya…

Sudahkah anda membaca kalimat tersebut..

Apakah anda dapat merasakannya…

Apakah anda dapat melihat perbedaan dengan diri kita sendiri….


Yang ingin saya katakan adalah Jeff Benzon memiliki visi yang luar biasa, sebuah visi yang sangat besar dan melampaui jaman saat itu…dan menjadi berbeda.

Dengan Visi yang besar Jeff menjadi seorang lelaki yang “besar” untuk mewujudkan impiannya itu. Dan Jeff melakukan itu dengan menjadi dan berfokus pada keinginan untuk melayani, keinginan untuk memenuhi seluruh pelanggan di Dunia. DAN DUNIA Pun menyediakannya untuknya…

Namun yang hendak saya katakan adalah seorang yang Hebat seperti Jeff pun memiliki seorang mentor dalam menjalankan bisnisnya, seseorang yang dianggap dapat memberikan pencerahan-pencerahan, kearifan, dan kelimpahan dalam alam berfikir, seorang yang bisa memberikan tempat untuk menggali khasanah berfikir, dan seorang yang dapat melecut kita dengan ide-ide brilyan.


Carilah mentor anda, jika anda ingin sukses..

belajar, berbuat, gagal , berbuat lagi, coba lagi, cari mentor baru, berbuat lagi, gagal, berbuat lagi, coba lagi…..Hingga anda akan melihat kilasan masa depan yang anda inginkan….dan mewujudkannya

Dan sebagai bahan refleksi kita di awal pekan ini :
Sudahkah anda sebagai leader memiliki mentor sebagai sumber pengetahuan dan aliansi moral dalam memimpin di lingkungan kita

DON’T DO IT LIKE THAT

Posted on Saturday, September 13, 2008 by arylangga

Oh..akhirnya hari yang dinantikan juga nih..sepertinya saya butuh istirahat (berakhir pekan), namun saya tidak lupa mengingatkan kepada seluruh rekan-rekan untuk mengirimkan cerita, kisah atau apapun juga mengenai kerjasama dalam team kepada saya di : arylangga@ gmail.com. Yap..itu untuk bahan tambahan pembuatan buku yang rencananya saya release bulan januari 2009. Tentang judul masih rahasia..(heeee..hee...)


Oh ya…anda pernah menonton film :

PERFEC STORM

Produksi / Sutradara : Warner Bros / Wolfgang Petersen
Pemain : George Clooney (Kapt. Billy Tyne), Mark Wahlberg (Bobby shatford), Diane Lane (Christina Cotter)
Jenis : Drama

Tahun : 2000


Film ini banyak bercerita tentang seorang leader dan kerjasama dalam sebuah team. Dan bagi saya Kapten Billy Tyne-Kapal Anderea Gail adalah contoh leadership yang buruk, tapi dari film tersebut kita bisa banyak belajar untuk tidak melakukan apa yang dikerjakan..!

Apakah anda sudah pernah menontonnya ..saya yakin sudah..karena film tersebut termasuk film lama dan sangat bagus di tonton..

Jika anda sebagai seorang leader mengalami badai/masalah dalam corporate/communitas dimana anda berada , film ini dapat menjadi petunjuk/ arah untuk melihat seberapa besar efectifitas dan competensi seorang leader .

Seberapa banyak dari Leader, ketika menghadapi atau melakukan kesalahan untuk berhenti sejenak dan mereflecsikan kesalahan itu sebagai bahan pembelajaran, bukan sebaliknya dengan memaksa diri untuk terus-menerus mengejar target atau ego pribadi seorang leader.

Seberapa banyak dari Leader, menghadapi umpan balik yang diberikan menanggapi dengan cara yang arif dan bijaksana bukan dengan cara menyingkirkan atau menyepelekan apa yang disampaikan bahkan anda yang sampai berupaya menjelek-jelekkan pembawa pesan tersebut.(don’t kill the massanger)


Seberapa banyak dari Leader, yang selalu membuka diri dan senantiasa melakukan upgrade data-data yang terbaru sebelum mengambil keputusan yang terbaik.


Seberapa banyak dari Leader, mengambil keputusan Turn around dengan tepat sebelum terlambat dan menghadapi kegagalan.


Dan inilah bahan leader reflection, kita pekan ini, selamat berakhir pekan...!!

..marry me..and i can sell

Posted on Friday, September 12, 2008 by arylangga


Simple word but not simple action…butuh keberanian besar untuk mengatakan hal itu, dan rasanya hanya orang-orang yang terpilih yang bisa melakukan hal itu. Dan honesly itu adalah sebuah kehormatan bagi siapa pun yang melakukannya

Bukan pada persoalan bagaimana mengatakannya atau bagaimana technical yang perlu dipersiapkan tapi lebih dari itu ini adalah persoalan make dessicion ..memutuskan yang terbaik bagi masa depan.
Dan saran saya bagi yang belum melakukannya adalah…be a man…..that its…be a man bro….(semoga dia mengerti ).

Oke ..hari ini kita akan berbincang tentang James Gwe dan buku mini yang ditulisnya dengan judul : Positive business idea, gramedia 2007. Simpel tapi tidak miskin dengan ide..dan mungkin benar judul tersebut, sebab setiap sub judul bab mengandung ide positif dan merangsang pembaca untuk berfikir dan menikmati ide positif itu.

Ringan..hingga tak terasa ternyata buku itu sudah habis dibaca..dan saya yakin pesan dalam buku itu tercapai..dan bagi saya judul itu lebih tepat menjadi I can Sell……(hee…James Gwe entar marah…ngak.kan..). Ya ..sebab I can Sell membuat profesi penjualan menjadi sesuatu yang ringan namun powerfull, sesuatu yang dapat dipelajari dan terus-menurus ditingkatkan, dan menariknya ternyata ide –ide yang disajikan juga dekat dengan lingkungan sekitar kita. sehingga bisa diaplikasikan oleh siapa pun dan dilevel mana pun, baik pedagang kecil di tanah abang, di glodok dan manager marketing multinational/national company.

Sekali lagi, apa yang dibutuhkan oleh seorang yang mencintai pekerjaannya : Kata James Gwe adalah mereka perlu menemukan makna besar di balik pekerjaan itu.
Dan bagi saya itu adalah keyword

Proses memaknai..dimulai dari proses belajar yang tiada henti..proses yang percaya bahwa semua dimulai dengan rasa ingin tahu yang besar ..rasa ingin mencoba..dan rasa ingin melakukan apa yang menjadi kehendak. Dan ini adalah sebuah siklus yang tiada henti. Sehingga kemudian kita semakin tahu bahwa diri kita bertumbuh dan berkembang.

Bagi seorang leader, proses tersebut sangat penting . leader yang baik adalah leader yang memberikan ruang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anggotanya. Memberikan atmosfer yang mendukung dan memberikan nutrisi. Dan hal itu pun berlaku untuk dirinya sendiri.

Dan apa yang menjadi satu hal sederhana bagi pertumbuhan dan perkembangan itu ?
Yaitu :
kesediaan menerima kehadiran orang lain disamping diri kita sendiri. Dan inilah yang menjadi bahan refleksi kita hari ini.