When someone say : YOU FAILED

Posted on Monday, September 29, 2008 by arylangga


Hati nya hancur, tatapan matanya menyatakan pemberontakan, sesekali terlihat linangan air mata di sudut kelopak mata indah miliknya. Nafasnya memburu mengisyaratkan kemarahan yang terpendam.

“Gue heran....orang itu bisa-bisanya menyalahin gue.., Kata teman saya , seorang marketing manager di sebuah perusahaan nasional di Jakarta.

“padahal sebenarnya ia sendiri yang tidak berani menghadapi gue dalam pekerjaan…!!.” lanjutnya

“sebenarnya ia sendiri yang menghalangi pekerjaan gue secara sembunyi sembunyi…(gbr :http://christopher-king.blogspot.com)

"ia sendiri yang mau gue gagal , ia sendiri yang mensabotase pekerjaan…apa ia tidak malu…ia tahu ..itu!!! ucapnya dengan nada marah.


Kemudian ia pun melanjutkan kembali ;

“Gue tau ..he is the bos..tapi ngak boleh seenaknya dong…!”

“seenaknya ngomongin orang di depan orang banyak…!”

“ nyeritain kesemua orang tentang hal itu…aneh..!”

“ Seperti semua kerusakan kantor itu disebabkan oleh gue….!”

“ heran…apasih yang dia inginkan…mempermalukan gue ato apa…!”


Masih dengan suara keras : Si BOS itu melakukan smash yang menyakitkan. Kata si BOS :

“…kamu gagal tau…!!”

“….kamu ini saya gaji…mana hasilnya..Nol besar katanya… !”

“….kamu harus bersiap saya akan memecatmu.!!”

“…kamu tidak bisa diandalkan…menyesal saya menggaji kamu..!”


Terakhir ia hanya bisa menggigit bibirnya dan tak sanggup lagi mengangkat kepala….air mata itu tumpah tak terbendung lagi.


Saya menarik nafas panjang mendengar seluruh keluhan teman saya ini.

Saya bisa merasakan keperihan yang dia alami.

Saya tahu saat ini ia tengah hancur…hancur oleh otoritas seorang leader yang tidak bertanggungjawab.

Sebab jika ia paham salah satu filosofi seorang leader : tidak ada seorang prajurit yang salah..yang salah adalah jenderalnya..

Pasti ia tidak akan melakukan hal itu. Dan parahnya lagi masih menggunakan otoritasnya untuk mempermalukan bawahannya sendiri. Ia mempertontonkan keegoisannya dengan mempermalukan orang lain.


Saya pun memberikan kepadanya selembar tissue…

“saya tahu kamu mengalami ketidak adilan”

“Saya tahu menyakitkan mendengar semua kata-kata itu..

“Dan saya tahu itu sangat keterlaluan…”

Saran saya hanya satu :

Balas…jangan biarkan kelakuannya menyebar menjadi tindakan yang superior…kataku.

Tapi bagaimana caranya : Ia kaget dan bertanya

Caranya adalah :

“tantang ia secara terbuka..”

Katakan saya mau mengerjakan pekerjaan itu sekali lagi…! kata saya

Tapi jika ia tidak mau< katanya

Katakan apa ruginya anda, toh anda akan memecat saya juga..! lanjut saya.

Tapi saya bukan orang seperti itu ! pintanya memelas.


Saya menatapnya dalam-dalam dan merasakan ketakutan dalam dirinya. Lalu saya pun berkata :

“Klo begitu bersiaplah mencari pekerjaan baru, karna seorang pemimpin yang tidak bisa meningkatkan kemampuan anggotanya sama saja dengan orang buta yang ingin menuntun orang lain menyeberang jalan.

Ia tidak dapat melihat namun punya keinginan untuk menyebrangkan orang lain. Dan kamu layak untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan diluar saja selalu ada pemimpin yang menunggu orang-orang seperti kamu.”


Tapi kedua hal itu terlalu beresiko bagi saya, apa yang mudah dan berbeda yang dapat saya lakukan tetapi tidak juga mengorbankan diri saya : SUARANYA TERDENGAR MEMELAS.

HHHEEE…!! jawaban seperti ini sudah sering saya dengar…RASA TAKUT..mengalahkan segalanya…dan membuat orang duduk manis menerima keadaan apa saja.


Ada ..dan tidak sulit ..!!!

Apa itu ? tanya dia

DON’T BLAME YOUR SELF….!! KATAKU

Apa ? sepertinya ia terkejut

Ada rona merah diwajahnya, dan saya melihat sebuah semangat baru, maka saya pun melanjutnya :


Ya ..jangan memvonis dirimu sendiri…sebenarnya jika apa yang dikatakan oleh orang itu tidak benar maka sebenarnya kamu tidak akan hancur seperti ini, apa pun kesalahan itu jika kita tidak menghukum diri kita sendiri sebenarnya malah memberi kita energi baru untuk semakin meluaskan perspektif tentang kualitas citra diri kita.”


Berapa banyak orang yang mempermalukan kita,

Berapa banyak orang yang merendahkan kita,

bahkan berapa banyak orang yang menghina kita

Tapi apakah itu membuat kita malu, terhina dan rendah????


“Kita perlu belajar untuk menerima kegagalan tapi bukan menghukum diri sendiri. Kita menerima sebagai bagian untuk memperkaya emosi pribadi kita dan belajar untuk berhenti serta melihat cara –cara baru yang dapat kita lakukan untuk perbaikan dimasa depan.”

“Kata kuncinya adalah : menerima kegagalan, tidak menghukum diri sendiri, belajar pengetahuan baru, bertindak kembali, dan membuka diri.


Dan jika kemudian hari masih ada orang yang mengatakan : ANDA GAGAL/KALAH…tatap matanya dan jabat tangan orang itu sambil tersenyum dan katakan : oke hari ini aku kalah, tapi nanti -..esok hari sayalah PEMENANGNYA>>”

Dan itulah yang menjadi bahan refleksi kita hari ini.

Emiko said...

Pfuuuh berat...berat tapi memang begitulah dunia.
Dan tidak hanya di dunia kerjaan saja Bos-bos itu adalah orang buta yang seenak udelnya menyalahkan bawahan.
Sayangnya memang kita tidak berani melawan para boss itu.
Nice posting bro...